Minggu, 20 September 2009

1234

tinggal menangisi perbuatan
kali ini dihadapkan dengan atasnya
aku memang agak kesal karena tertutup
tapi dengannya selalu salahku, murni.

aku terima nadanya
aku terima amarah pelampiasannya
aku terima rasa iba kepada yang lainnya
aku terima semuanya yang membuat dia puas

dari awal penekanan terus menerus padaku
aku hanya membalas dan menjawab "bingung"
kata kedua menjadi "maaf" dan bergantian saja
pesan terakhirmu sangat menusuk dan tepat sasaran

aku ingin sekali lagi bicara dengan darahmu
dan bilang terima kasih banyak, aku tulus tidak menyindir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar