jiwaku menyewa mimpi orang lain untuk mancari kesenangan
bumiku berputar sudah bukan dalam porosnya lagi
bayangan itu melekat pada diri itu tapi berbalik arah
gunung itu berubah biru, laut itu menjadi hijau
tidak akan mungkin
kehidupan menyediakan tempat dan waktu
keinginan yang mengisi segalanya
emosi yang menguap dan mengendalikan kita
keramaian mengalahkan suara jangkrik malam itu
maksudku mau bergeser tapi malah maju
maksudnya menahan tiupan udara bergerak, tapi malah mengikuti pusaran
segalanya membalik bukan pada malam lagi tapi pada siang
kehidupan disana milik ku, bukan milik siapapun
malah jadi membingungkan
sangat klise, bukan ?
Jumat, 10 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar