Sabtu, 21 Maret 2009

kelam

saat semua pulas dengan dunia maya masing masing , kita terbalik jatuh tapi menempel.
dipertemukan seseorang untuk dipisahkan suatu saat, dan harus mempelajari hidup tidak dengannya.
mengangkat telphone dari siapa untuk berbicara terbatas, tanpa perkara formal.
meminta maaf atas kesalahan, dan tidak dapat dimaafkan.
yakin berbuat benar, namun dianggap salah. apa yang harus dilakukan ?
dan bergerak dari gelap menuju keterangan sekecil apapun.

merasa tidak istimewa, karena dia bukan artis
dan coba katakan diri ini seorang pemimpin.
aku tidak membutuhkan apapun dari dalam diriku, hanya keyakinanku.
saat semua merusaknya, saat itu juga aku memulainya untuk merasakan hal hidup.
melihat dunia ini bergerak, dan aku tidak akan pernah lagi merasakan itu.

mencakar tanah, kesanggupan mencapai perut bumi.
pikiranku tidak jernih dan pesimis, membutakan situasi dan kondisi.
tidak percaya apa yang mereka datangkan, saat melihat semuanya terjadi.
kebahagian yang ingin dilihat, tidak sengaja ditutupi sendiri oleh air tangis pandangan.
tidak ada alasan dan tujuan penyebabnya, semua kacau dan terkumpul hingga pecah suatu saat.
aku sedang di atas angin, dengan banyak pengharapanku dan jangkauanku yang salah.

melihat terbitnya matahari, seperti tidak melihatnya
semuanya kelam dan karena aku.
iya, aku selalu mulai itu semua dari tangisan dan waktu ini sangat tepat untuk mengatakan selamat tinggal.
malah menyedihkan bukan ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar